Mengenal program The FA Charter Standard

Hi, all!

Lama tidak menulis karena berbagai alasan (kalau banyak alasan katanya emang kurang aja niatnya). Akhirnya setelah sekilas membaca jurnal mengenai sport development, ketemu lah dengan salah satu program dari The FA (federasi sepak bola Inggris) yang berfokus pada pengembangan sepak bola level grassroot. Jujur, aku hampir ga pernah nulis grassroot dalam bahasa Indonesia. Pasti tetep nulis grassroot. Menurut kalian kalau diganti ‘akar rumput’ cocok ga? Atau langsung aja ‘amatir’?

Kembali ke bahasan awal, ya. Kenapa malah nanya-nanya.

The FA Charter Standard merupakan program yang resmi dimulai di tahun 2001. Intinya adalah akreditasi klub dan liga level grassroot. Klub dan liga yang terakreditasi akan mendapat supervisi dari The FA. Jika klub dan liga sudah terakreditasi, yang berarti mampu menjalankan pengembangan sepak bola yang berkesinambungan sesuai standar The FA, bahkan melebihi standar, maka klub dan liga tersebut akan mendapat insentif.

The FA Charter Standard ini menekankan pada 3 hal yang harus sesuai standar dan berkesinambungan:

  1. Coaching
  2. Safeguarding
  3. First aid

Dari 3 poin di atas, menurut The FA, untuksepak bola level grassroot perlu dipastikan bahwa seluruh pelaku sepak bola memiliki lingkungan yang aman untuk bermain sepak bola dan semua pihak bisa memainkannya dengan perasaan tenang dan senang. Tak lupa agar memotivasi pelatih-pelatihnya untuk menyelesaikan level kepelatihan tertentu.

Akreditasi bisa didapatkan dengan terlebih dahulu mendaftar ke County FA (kalau di Indonesia kayak Asprovnya gitu). Klub yang bisa mendaftar adalah klub amatir yang terdaftar di liga-liga amatir yang diselenggarakan County FA dan klub-klub wanita yang tidak bermain di Barclay’s Women’s Super League (BARCLAYS FA WSL) dan Women’s Championship (FA WC).

Ada 5 macam level akreditasi, yaitu:

  1. The FA Charter Standard Youth (entry level)
  2. The FA Charter Standard Adult (entry level): yang tergolong dalam Adult adalah klub amatir dengan kategori U18
  3. The FA Charter Standard Development (advanced level)
  4. The FA Charter Standard Community (advanced level)
  5. The FA Charter Standard League: untuk liga, hanya ada satu level akreditasi

Untuk mendapat akreditasi ini, setiap level harus mampu memenuhi persyaratan tertentu. Ada 9 kriteria yang harus dipenuhi oleh keseluruhan 4 level akreditasi klub, yaitu:

  1. Terafiliasi dengan County FA
  2. Minimal satu timnya bermain di liga yang diakui The FA
  3. Memiliki rekening atas nama klub, terutama jika klubnya memiliki lebih dari 1 tim
  4. Laporan keuangan yang ditandatangani / disetujui oleh komite klub
  5. Selama lebih dari satu musim mendapat catatan disiplin sesuai ketentuan The FA respect
  6. Beroperasi sesuai Aturan Klub
  7. Memiliki kebijakan equality
  8. Menerapkan The FA Code of Conduct
  9. Memenuhi komitmen tahunan di formulir pendaftaran

Setelah ini semua terpenuhi, tiap level akreditasi memiliki tambahan persyaratan yang harus dicapai.

Apa sih manfaat yang didapatkan klub-klub (dan liga) yang terakreditasi? Dengan menerapkan standar yang ditetapkan The FA di level grassroot, harapannya level grassroot dapat menciptakan:

  1. Lingkungan bermain sepak bola yang aman, menyenangkan, dan inklusif sehingga menarik dan dapat menambah dan mempertahankan pemain, suporter, dan volunteer
  2. Bantuan dana untuk perlengkapan sepak bola
  3. Akses sumber daya dan panduan
  4. Dukungan yang customized dari County FA dan juga The FA

Untuk klub-klub yang baru mendapatkan akreditasi akan mendapat insentif berupa paket pemula digital, aset promosi digital, dan bola Nike Strike.

Oh iya, untuk mendaftar The Charter Standard ini GRATIS, ya. Klub dan liga tidak perlu membayar untuk bisa terakreditasi. Yang penting memenuhi syarat.

Belum ketemu sumber yang terpercaya, tapi nemu di wikipedia sudah ada 4.500 klub yang terakreditasi. 460 diantaranya mendapat akreditasi The FA Charter Standard Community (advanced level). Akreditasi dengan level teratas. 120 liga sudah terakreditasi.

Sekian tulisan ini yang lagi-lagi tidak terlalu berfaedah yaa. Maklum asli mandek banget mau nulis apa hehe. Walau begitu semoga tulisan ini bisa menginspirasi atau memberikan ide segar di kepala-kepala yang membaca kalau mau terjun dan fokus di level grassroot. Feel free untuk diskusi bagi yang ingin. Reach me on twitter @shanazcou 

Cheers,

S

Reference:

The FA Charter Standard Criteria from 2018/2019

https://www.amateur-fa.com/leagues-and-clubs/charter-standard

https://en.wikipedia.org/wiki/FA_Charter_Standard_Award#:~:text=Since%20it%20was%20launched%20in,Standard%20Award%20Schools%20in%20England.

https://www.thefa.com/get-involved/player/the-fa-charter-standard

Mengapa Gazprom melakukan Sports Sponsorship?

Hi all,

Gazprom - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pada tulisan kali ini saya iseng-iseng menuliskan mengenai salah satu sponsor yang entah kenapa semenjak tahun 2012 sudah membuat saya tertarik. Tertarik disini lebih karena tidak terlalu familiar dengan namanya sebelumnya, tapi menjadi sering melihat karena penampakan logonya di UEFA Champions League cukup sering terlihat oleh saya. Mengapa Gazprom, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang gas alam, mensponsori sepak bola.

Gazprom adalah perusahaan gas pemasok gas alam ke berbagai wilayah di Eropa. Saat ini mayoritas sahamnya dimiliki oleh pemerintah Rusia. Gazprom adalah perusahaan terbesar gas alam dunia. Pada tahun 2019 mencatatkan revenue sebesar RUB 2.485 Triliun. Berkantor di Lakhta Center, St Petersburg. Gedung tertinggi di Eropa berdiri setinggi 462 meter.

Sumber foto: dokumentasi pribadi

Jersey atau kit sponsorship didominasi oleh perusahaan dengan produk yang sasaran pasarnya langsung ke fans sepak bola, atau nama kerennya B2C company. Sehingga menarik bagi saya ketika melihat perusahaan seperti Gazprom ini yang pada 2000-an awal mulai masuk ke sports sponsorship. Semakin menarik saat saya mengetahui motif dibalik pergerakan Gazprom dalam sports sponsorship.

Semua bermula dari rencana ekspansi pasar dari Gazprom. Negara-negara Eropa Timur sangat bergantung pada gas alam dari Gazprom. Namun, beda cerita di Eropa Barat. Tapi Gazprom memiliki ambisi untuk masuk ke pasar Eropa Barat. Negara yang jadi sasaran? Jerman. Pada tahun 1999 Jerman memilki kebijakan untuk mengurangi pemakaian tenaga nuklir dan batu bara. Sehingga Jerman akan membutuhkan lebih banyak gas untuk memasok sumber energi mereka. Masalahnya adalah biaya yang dibutuhkan untuk Gazprom kirim gas ke Jerman itu ga sedikit. Mereka ditagih biaya yang sangat tinggi oleh negara-negara yang dilewati oleh jaringan pipa. Salah satu yang paling banyak dilewati jaringan pipa ini adalah Ukraina. Rusia dan Ukraina hubungan kurang baik, jadi ya tidak ada ruang untuk negosiasi terkait biaya yang tinggi itu.

Akhirnya pada tahun 2005, Gazprom membuat strategi untuk membagun jaringan pipa yang langsung bisa sampai ke Eropa Barat lewat Laut Baltik dari Rusia sampai ke Jerman. Namanya adalah Nord Stream. Gazprom akhirnya bekerja sama dengan pemerintah Jerman pada masa kepemimpinan Gerhard Schroder-semacam Perdana Menteri kayaknya di Jerman (tolong dikoreksi kalau salah) pada September 2005. 2 bulan kemudian, Schroder kalah dalam pemilu.

Banyak berita-berita miring seputar deal ini yang tentunya tidak bagus untuk citra Gazprom. Udah “backingan”nya ga kepilih lagi di pemilu, beritanya ga jauh-jauh seputar skandal. Intinya hamsyong lah.

Lalu apa strategi dari Gazprom?

Jawabannya adalah mensponsori klub Sepak Bola di Jerman! Pada tahun 2006 Gazprom mensponsori FC Schalke 04 yang saat itu sedang dalam kesulitan finansial.

Schalke's managers were all smiles Tuesday

Kenapa Gazprom memilih FC Schalke 04?

FC Schalke 04 bermarkas di Veltins Arena, kota Gelsenkirchen, Ruhr Valley. Ruhr Valley adalah kota yang menjadi basis industri energi di Jerman. Cukup dekat juga dengan kota Rehden yang menghubungkan jaringan pipa gas ke Eropa Barat. Di kota Rehden juga terdapat gudang penyimpanan gas alam terbesar di Eropa Barat. Strategis sekali bukan area tersebut untuk perusahaan gas alam seperti Gazprom?

Setahun sebelum mensponsori FC Schalke 04, Gazprom mensponsori dahulu sebuah klub di Rusia yaitu FC Zenit Saint Petersburg. Saint Petersburg merupakan adalah ujung awal dari Nord Stream. Kebetulan kah?

“Gazprom cannot like all football teams, so they favor one,” said Valery Nesterov, an oil and gas analyst at Troika Dialog. “They chose the one in St. Petersburg — it’s political.”

Setelah deal dengan FC Schalke 04, pemberitaan mengenai Gazprom perlahan berubah, lebih membahas mengenai Gazprom menggelontorkan uang untuk FC Schalke 04. Brandingnya menjadi lebih baik. Bahkan logonya sudah sangat melekat dengan klubnya sendiri. Pada 2011 FC Schalke 04 memenangkan DFB Pokal, bertepatan dengan tahun resmi beroperasinya Nord Stream. Momen yang pas sekali.

2012 ke atas, Gazprom sudah menambah lagi portofolio dalam sports sponsorshipnya seperti mensponsori Chelsea FC, UEFA Champions League, dan FIFA World Cup Russia 2018. Gazprom dikabarkan menguasai hampir setengah dari kebutuhan gas alam di seluruh Eropa. Tak hanya itu, nama Gazprom tidak hanya terkenal di Eropa, tapi juga seluruh dunia.

Strategi Gazprom ini bisa dikatakan berhasil dalam meng-counter pembertiaan buruk terhadap perusahaannya, walaupun tetap, ya aktivis seperti Greenpeace yang fokus terhadap lingkungan pernah melakukan protes pada Gazprom di pertandingan FC Schalke 04. Tapi secara umum, berita skandal yang dulu marak terhadap Gazprom sudah lebih meredam.

Sekian tulisan ini dibuat alakadarnya, tapi semoga memberi manfaat bagi yang membaca. Apakah setau kalian ada perusahaan yang melakukan strategi yang sama? Boleh yuk diskusi! Feel free untuk diskusi bagi yang ingin. Reach me on twitter @shanazcou 😉

Cheers,

S

Reference:

https://www.dw.com/en/gazprom-to-pump-millions-into-schalke/a-2199406

https://www.gazprom.com/press/news/2005/september/article63266/

https://money.kompas.com/read/2014/06/28/1242222/Ini.10.Perusahaan.Raksasa.Minyak.Dunia#:~:text=Gazprom%20adalah%20perusahaan%20gas%20pemasok,perusahaan%20terbesar%20gas%20alam%20dunia

https://www.nytimes.com/2005/04/13/business/worldbusiness/schrder-and-putin-agree-on-baltic-pipeline.html

http://oldtmt.vedomosti.ru/sitemap/free/2005/12/article/paper-gazprom-buys-up-zenit/207765.html

Sponsor UEFA Champions League Siapa Saja Sih?

Hi all,

Sebelumnya mau mengucap syukur dan terima kasih buat yang sudah baca tulisan iseng-iseng saya berjudul “Sponsor FIFA Siapa Saja Sih?”. Akhirnya kepikiran menulis lagi dengan judul serta isi yang tidak terlalu berbeda dari tulisan sebelumnya, yaitu mengenai sponsor-sponsor UEFA Champions League. Salah satu kompetisi yang ditunggu-tunggu, tapi belum kunjung nampak hilalnya kapan akan kembali. Kebetulan hari ini, 30 Mei 2020, harusnya final UCL Istanbul 2020 ya?

Lagu kebangsaan kita semua ga, sih? Hahaha.

Kurang lebih sama dengan FIFA, pendapatan UEFA terbanyak selain dari broadcast rights (85.8%) adalah dari marketing rights/sponsorship (12.4%). Walaupun sangat timpang, tapi semoga tetap kembali menarik untuk dibahas.

Struktur marketing rights UEFA sendiri skemanya dibagi per kompetisi untuk club competition (sekarang masih dua kompetisi, 2021 akan tambah satu kompetisi lagi). Sedangkan untuk national team competition, terbagi menjadi dua skema sponsorship.

CLUB COMPETITION

  • UEFA CHAMPIONS LEAGUE OFFICIAL SPONSORS merupakan sponsorship khusus untuk UEFA Champions League, kompetisi antarklub yang diikuti oleh klub-klub yang bertanding di liga naungan konfederasi UEFA. Atau mudahnya klub-klub Eropa. Kompetisi ini merupakan kompetisi klub tier 1.
  • UEFA EUROPA LEAGUE OFFICIAL SPONSORS merupakan sponsorship khusus untuk UEFA Europa League, klub yang tidak dapat bermain di UCL akan bermain di kompetisi ini. Pada tulisan ini saya belum akan membahas sponsor-sponsor kompetisi ini.

NATIONAL TEAM COMPETITION

  • UEFA NATIONAL TEAM FOOTBALL OFFICIAL SPONSORS merupakan struktur sponsorship yang bisa mirip dengan FIFA Partner di FIFA. Struktur sponsorship ini menaungi beberapa kompetisi antarnegara yang berada dalam naungan konfederasi UEFA. Kompetisi yang masuk dalam struktur sponsorship ini adalah UEFA European Football Championship (atau lebih dikenal dengan Euro); UEFA Nations League; European Qualifiers; UEFA European Under-21 Championship; UEFA Women’s EURO; dan UEFA European Futsal Championship.
  • UEFA EURO OFFICIAL SPONSORS merupakan struktur sponsorship khusus untuk UEFA Euro saja.

Nah setelah tahu struktur-struktur sponsorshipnya mari kita bahas sesuai judulnya sponsor-sponsor EUFA Champions League.

NISSAN

https://www.nissan-europe.com//

Nissan, perusahaan asal Jepang, pertama kali mensponsori UEFA Champions League (UCL) pada musim 2014/2015. Hal ini terjadi setelah Ford memutuskan kerja sama dengan UEFA yang sudah terjalin sejak 1992. Nissan mendapat hak ekslusif sebagai partner kategori produk otomotif. Pada 2017 Nissan dan UEFA memperpanjang kerja sama untuk musim 2018 sampai 2021, termasuk di dalamnya UEFA Super Cup 2018, 2019, dan 2020.

Menurut Jean-Pierre Diernaz selaku Vice President for Marketing Nissan Europe, mensponsori UCL merupakan cara Nissan untuk meningkatkan awareness brand mereka. Mengingat Nissan di Eropa belum memiliki brand awareness yang kuat. Tidak seperti di Jepang dan Amerika Serikat.

Aktivasi yang mulai dilakukan setelah perpanjangan kontrak adalah owning UCL Trophy Tour. Dimana aktivasi ini membuat fans sepak bola Eropa bisa melihat langsung piala ikonik tersebut. Tak hanya membawa piala dekat ke fans, tentunya Nissan, yang menawarkan mobil berteknologi tinggi, juga menawarkan pengalaman melihat piala ini dengan dipadu teknologi yang canggih.

dadakjd

(ada kesayangan Bobotoh di videonya )

Nissan juga mendukung penuh kegiatan UEFA dalam penyelenggaraan UCL dengan menyediakan mobil-mobil tipe terbaiknya untuk operasional pertandingan, termasuk saat harus ada antar-jemput tamu-tamu penting UEFA. Pada UCL Final Madrid 2019 contohnya, Nissan menyediakan 363 mobil listrik tipe Nissan LEAF dan van e-NV200 yang memiliki teknologi ramah lingkungan.

Nissan juga melakukan aktivasi digital “Goal Of The Week” dimana tiap minggu, fans dapat memilih gol favorit mereka. Tentunya bagi para fans yang rajin memilih gol favorit, sudah menanti hadiah-hadiah menarik dari Nissan. Siapa tahu dapat mobil karena rajin milih kan?

Playstation

https://www.playstation.com/en-id/?emcid=di-br-131143

Sony Playstation telah bekerja sama dengan UEFA sejak 1997. Playstation mendapat hak ekslusif sebagai partner kategori produk game console. Kerja sama UEFA dengan Playstation masih akan berlanjut sampai musim 2020/2021. Termasuk di dalamnya mendapatkan hak sponsorship atas UEFA Super Cup, UEFA Youth League, dan UEFA Futsal Champions League.

Aktivasi yang dilakukan Playstation tentu sangat beragam, mengingat kerja sama dengan UCL yang sudah lebih dari 20 tahun. Salah satu yang telah dilakukan adalah launching apps Playstation FC x UCL. Di dalam apps ini fans dapat memainkan fantasy, top five, dan prediction games. Tak hanya itu, fans dengan premium membership juga bisa menonton pertandingan klasik. Tentunya dalam apps ini bisa juga mendapat info terbaru mengenai pertandingan dari play-off sampai final.

Tak ketinggalan, Playstation juga sering sekali mengadakan kuis yang berhadiah nonton langsung pertandingan UCL.

Lay’s

https://www.lays.com/

Pepsico, perusahaan yang menaungi produk Lay’s, telah bekerja sama dengan UEFA sejak 2015. Lay’s mendapat hak ekslusif sebagai partner kategori produk makanan. Kerja sama UEFA dengan Lay’s diperpanjang sampai musim 2020/2021. Termasuk di dalamnya mendapatkan hak atas UEFA Super Cup 2018, 2019, dan 2020.

Selain mensponsori UCL dan UEFA Super Cup, bermula pada September 2017 Lay’s bekerja sama dengan UEFA Foundation for Children membangun 2 lapangan sintetis di lokasi pengungsian di Jordan(tepatnya di Zaatari dan Azraq), sehingga para pengungsi disana dapat berkegiatan dan menghibur diri dengan bermain sepak bola. Mereka menggandeng The Asian Football Development Project (AFDP) dalam pembangunan lapangan ini. Setelah satu tahun pembangunan lapangan sintetis di Zaatari, sudah ada 35.000 anak dan orang dewasa menggunakan lapangan terserbut, 600 pertandingan dimainkan, serta telah bertambah 40 lelaki dan 40 perempuan yang memiliki sertifikasi pelatih.

Aktivasi yang pernah dilakukan Pepsico (dengan brand Pepsi) salah satunya adalah owning Opening Ceremony final UCL. Kalau dengan Lay’s ada berbagai campaign yang dilakukan dari ATL, BTL, dan digital.

LaLa

Lay’s membuat kemasan produk mereka dengan gambar fans sepak bola. Dengan tema ‘cheer for your favourite’ kemasan-kemasan ini dapat ditemukan di toko-toko negara Belgia, Denmark, Finlandia, Islandia, Italia, Belanda, Norwegia, Spanyol, dan Swedia. Tak hanya itu, fans sepak bola dapat memenangkan hadiah menarik dari Lay’s, yang tentunya masih berkaitan dengan UCL, dengan cara mengupload selfie dengan kemasan tersebut untuk mendukung tim favoritnya. Seperti yang dicontohkan salah satu pesepak bola di atas. Siapa ya di balik kemasan itu?

Salah satu aktivasi unik juga dilakukan Lay’s dengan memanfaatkan teknologi filter di Snapchat, fans sepak bola dapat memilih Lay’s yang warnanya merepresentasikan klub yang didukung.

Tidak ketinggalan pemanfaatan rights UCL ini dalam pembuatan TVC. TVCnya sederhana tapi saya pribadi suka sih.

Banco Santander

https://www.santander.com/en/home

Bank Santander / Banco Santander mungkin juga dikenal sebagai main sponsor dari La Liga sejak 2016 dan sponsor CONMEBOL Libertadores sejak 2006. Tak hanya mensponsori event olahraga tersebut, perusahaan ini juga mensponsori UEFA Champions League. Banco Santander tergolong pendatang baru dalam partnership UCL. Baru mulai di musim 2018/2019. Banco Santander mendapat hak ekslusif sebagai partner kategori produk jasa keuangan (bank). Kerja sama UEFA dengan Banco Santander meliputi UEFA Super Cup, UEFA Youth League Finals, dan UEFA Futsal Champions League Finals.

Banco Santander merupakan bank retail asal Spanyol dengan nasabah 131 juta tersebar di benua Eropa dan Amerika. Termasuk bank dengan nilai pasar tinggi di dunia.

Sponsorship ini bisa dibilang sukses. Bagaimana tidak? Menurut sumber yang ingin dirahasiakan namanya, setiap 1 Euro yang dikeluarkan Banco Santander untuk sponsorship UCL menghasilkan 3-5 Euro nilai marketing exposure. Banco Santander mensponsori acara yang bernilai prestise tinggi agar brandnya pun dilihat sebagai brand yang bernilai prestise tinggi.

“Sponsor olahraga adalah salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi biaya dan memperkuat merek bank” kata Juan Manuel Cendoya, Vice President of Communications, Corporate Marketing and Research Senior Executive Banco Santander (panjang ya jabatannya). “Pemberi pinjaman mampu memotong biaya pemasaran sebesar 15% tahun lalu, sebagian karena efektivitas investasi sponsor olahraga” katanya. Inilah salah satu efek sports sponsorship yang memengaruhi bisnis dari brandnya. Belum ditemukan lebih detail darimana angka efisiensi biaya 15% ini merupakan pengaruh dari sports sponsorship, tapi saya coba percaya dengan Mr. Cendoya. Kalau nemu lebih detail nanti diupdate tulisannya, ya.

Mastercard

https://www.mastercard.co.id/id-id.html

Mastercard telah bekerja sama dengan UEFA sejak 1994. Mastercard memperpanjang kerja samanya sampai musim 2020/2021. Mastercard mendapat hak ekslusif sebagai partner kategori produk gerbang pembayaran. Kerja sama UEFA dengan Mastercard meliputi UEFA Super Cup 2018, 2019, dan 2020.

Salah satu aktivasi yang jadi ‘langganan’ Mastercard dalam UCL ini adalah membuka kesempatan kepada anak-anak di seluruh dunia untuk menjadi pendamping pemain. Kebayang anak-anak itu betapa beruntungnya bisa bersanding dengan pemain-pemain bintang yang bermain di UCL. Hal ini sejalan dengan jargon Mastercard dalam mensponsori UCL “Start Something Priceless”.

I

Pernah lihat video di atas? Priceless sekali ekspresi anak tersebut, ya? Terlihatkan ada brand apa di baju yang dikenakan oleh pendamping pemain?

Hotels.com


Salah satu pendatang baru juga yang bekerja sama dengan UEFA. Memulai kerja sama di UCL musim 2018/2019 sampai musim 2020/2021 bila tidak perpanjang. Expedia Group yang menaungi Brand Expedia dan Hotels.com mendapat hak ekslusif sebagai partner travel UEFA Champions League. Kerja sama UEFA dengan Expedia Group meliputi UEFA Super Cup, UEFA Youth League Finals, dan UEFA Futsal Champions League Finals.

Expedia Group sendiri merupakan perusahaan di bidang travel yang sudah terkenal di dunia. Brand Expedia bergerak di bidang jasa travel all in mulai dari tiket pesawat, akomodasi, penyewaan mobil di 30 negara. Hotels.com sendiri bergerak di platform digital untuk memilih akomodasi. Expedia Group sendiri merasa produknya memang sejalan dengan apa yang dilakukan oleh UCL karena akan ada banyak fans yang harus melakukan traveling untuk dapat menonton tim kesayangannya.

Selain aktivasi seperti memberikan hadiah tiket pada fans, Hotels.com membuat aktivasi yang sangat unik, yaitu memproduksi konten berseri dengan tema challenge!

Serial ini diberi nama Glory Hunters. Konsep serial dieksekusi ala-ala Benteng Takeshi. Kalian dapat menyaksikan pemain legendaris seperti Patrice Evra, Luis Garcia, dan William Galla di acara ini. Pesertanya merupakan fans dari tim yang bertanding di UCL.

Ini cukup unik dan menyenangkan untuk ditonton.

Aktivasi on-ground pun dilakukan oleh Hotels.com. Mereka mengadakan banyak sekali kuis dan challenge untuk fans yang menonton langsung di stadion dengan judul League Of Fans. Tak lupa diturunkan jadi konten digital juga pastinya.

Kapan ya bisa jadi peserta dari aktivasi-aktivasi yang dilakukan Hotels.com? (mimpi saja dahulu)

Heineken

https://www.heineken.com/id/agegateway?returnurl=%2fid

Heineken telah bekerja sama dengan UEFA sejak 1994. Heineken memperpanjang kerja samanya sampai musim 2023/2024. Heineken mendapat hak ekslusif sebagai partner kategori produk bir. UEFA Super Cup juga masuk dalam perjanjian kerja sama ini utuk musim 2021, 2022, 2023, dan 2024. Tidak hanya itu, Heineken juga menjadi sponsor kategori produk bir untuk Euro 2020 (yang diundur ke 2021). Menggantikan Carlsberg yang menjadi sponsor Euro 2016. Brand satu grup Heineken, Amstel Brewery, juga mensponsori kompetisi dalam naungan UEFA, yaitu UEFA Europa League dan soon-to-be UEFA Europa Conference League.

Dengar-dengar tadinya UEFA mau menutup slot sponsor Euro 2020 khusus untuk kategori bir. Hal ini karena menyambut Euro ke-60, UEFA menyelenggarakan Euro 2020 dengan format baru yaitu memiliki 12 negara tuan rumah. Tadinya slot sponsor untuk kategori bir ini mau dijual per negara saja. Namun setelah buka tender untuk universal rights(satu brand bir untuk satu turnamen), market-to-market rights (per negara tuan rumah beda bir), dan combination (satu brand bisa ambil beberapa negara tuan rumah), akhirnya tender dimenangkan oleh Heineken dengan universal rights.

Brand asal Belanda ini menggandeng Thierry Henry sebagai Brand Ambassador. Mengapa Thierry Henry? Henry dianggap merepresentasikan tidak hanya UCL namun juga Euro. Henry juga merupakan pemain yang masih mengundang ‘pembicaraan’ fans sepak bola yang aktif di media sosial. Dua poin yang dianggap penting oleh Heineken dalam memilih Brand Ambassador. Heineken percaya bahwa dua kompetisi sepak bola yang mereka sponsori dapat menambah eksistensi brand mereka selain dengan mensponsori Rugby World Cup, Formula One, dan James Bond.

“Event the best matches are better together”. Siapa yang suka nonton UEFA Champions League sendirian?

Gazprom

https://www.gazprom-football.com/en/

Gazprom bekerja sama dengan UEFA semenjak 2012. Kerja sama ini telah diperpanjang sampai UCL musim 2020/2021. Gazprom mendapat hak ekslusif sebagai partner kategori produk migas (energi). Kerja sama UEFA dengan Gazprom meliputi UEFA Super Cup 2018, 2019, dan 2020.

Kuis: Tahukah Anda siapa presiden dari Russian Football Union?

Gazprom merupakan perusahaan energi yang berasal dari Rusia. Berkantor di St. Petersburg. Tak heran mereka juga mensponsori (bahkan kalau ga salah memiliki) klub sepak bola asal St. Petersburg, FC Zenit Saint Petersburg.

Salah satu aktivasi yang dilakukan adalah pembuatan serial dokumenter The Energy Behind. Salah satu alasan Gazprom mensponsori UCL adalah kesamaan nilai yang dimiliki antara Gazprom dan UCL dimana UCL memiliki fans-fans dengan passion dan energi yang melimpah ruah.

Khusus untuk Gazprom saya tidak akan banyak membahas aktivasinya. Banyak pakar sports policy berpendapat bahwa Gazprom, yang merupakan perusahaan milik negara, menggunakan sports sponsorship sebagai B2B decision making tools. Salah satu contohnya adalah keputusan Gazprom untuk mensponsori Schalke 04.

Kuis: Tahukah mengapa Gazprom mensponsori Schalke 04?

Aktivasi UCL berupa penampakan logo serta hospitality box merupakan hal yang sangat dimanfaatkan oleh Gazprom. Hospitality box ini dimanfaatkan Gazprom untuk pertemuan bisnis dan entertain partner. Untuk penampakan logo, Gazprom pernah mengalami masalah karena benefit sponsorship yang satu ini.

Saya mau membahas kejadian unik saat UEFA Champions League Final Kyiv 2018. Pada saat itu Gazprom tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivasi di Champions Festival, Khreschatyk. UEFA dan pemerintahan Kyiv sudah bersepakat bahwa tidak boleh ada kegiatan oleh Gazprom dan penampakan logo mereka yang terpampang besar di kota itu. Hal ini terjadi karena adanya konflik politik antara Rusia dan Ukraina. Untungnya final berjalan lancar dan sepeertinya tidak ada masalah yang diakibatkan oleh salah satu ajang tahunan terbesar di dunia ini.

Sekian tulisan ini dibuat alakadarnya, tapi semoga memberi manfaat bagi yang membaca. Maaf kalau kurang lebih isinya tidak terlalu berkembang dari yang sebelumnya. Feel free untuk diskusi bagi yang ingin. Reach me on twitter @shanazcou 😉

Cheers,

S

Reference:

UEFA Financial Report 2018/2019

https://www.bloomberg.com/news/articles/2019-05-31/santander-scores-marketing-success-from-champions-league-final

https://www.campaignlive.co.uk/article/lays-launches-uefa-champions-league-campaign/1410211

https://www.forbes.com/sites/jamesayles/2019/11/13/heineken-agrees-deal-to-sponsor-euro-2020-and-renews-champions-league-partnership/#35cc46ca827e

https://www.kyivpost.com/sport/gazprom-ad-removed-champions-league-final-fan-zone-khreschatyk.html?cn-reloaded=1

https://www.nissan.co.uk/experience-nissan/partnerships.html

https://www.santander.com/en/about-us/our-sponsorship

https://www.scmp.com/sport/football/article/2188557/sports-sponsorship-fuelling-gazproms-soft-power-how-russian-energy

https://www.sportbusiness.com/news/heineken-solves-uefas-beer-category-puzzle-signs-champions-league-euro-2020-double/

https://www.thedrum.com/news/2019/11/28/joe-media-debuts-glory-hunters-football-show-champions-league-partner-hotelscom

https://www.uefa.com/partners/

Work From Cafe?

Hi all,

Jadi kali ini agak tidak bersemangat menulis tentang olahraga atau khususnya sepak bola (sungguh tidak tahu mengapa). Jadi mau menulis mengenai hal lain dulu lah, ya.

Saya mendapat inspirasi dari salah satu tulisan teman saya yang berandai-andai jika konsep Work From Home (WFH) ini diganti dengan Work From Cafe (WFC). Memang sih kalau dipikir secara logis tidak ada variabel yang membuat WFC ini lebih aman ketimbang WFH bahkan WFO. Selain tidak aman dari virus corona, malah menambah pengeluaran pula? Namun intinya bukan disitu. Lebih ke berandai-andai saja dimana sih tempat yang kira-kira masuk dalam kategori ‘pewe’ untuk kerja lama-lama versi saya. Ceritanya kebijakan pemerintah adalah WFC ini.

Mungkin tulisan ini akan rajin saya edit, jikalau saya merasa ada tambahan tempat yang layak masuk daftar ini. Langsung mulai saja, ya.

1. Crematology Coffee Roasters, Senopati

https://www.zomato.com/id/jakarta/crematology-coffee-roasters-senopati/photos

Awal Crematology buka di Senopati waktu Senopati baru mulai hits (mungkin sekitar 2013-2014), ini tempat memang salah satu yang ramai terus. Saya pribadi baru mencoba cafe ini pada tahun 2019 dan beberapa kali datang di weekday after office dan weekend. Selalu ada pengunjung, namun tidak terlalu penuh dan berisik.

Letak antarmeja memang agak mepet satu sama lain, namun tidak mengganggu jalan dan karena tidak terlalu penuh, biasanya orang akan mengambil tempat duduk yang agak berjarak dengan yang sudah ditempati orang lain.

Saya pribadi menikmati waktu bekerja di tempat ini dikarenakan wifi dengan kecepatan yang cukup baik, playlistnya memutar lagu yang kekinian, namun genre yang tenang, dan desain interior yang baik.

Kekurangannya untuk saya adalah harga coffeenya yang mendekati harga S******ks namun porsinya sedikit. Memang sih untuk cafe di Senopati harga ini masih masuk akal dengan marketnya, namun bila saya mau berkali-kali WFC, saya akan pikir dua kali kalau kesini karena pertimbangan harga.

2. Routine Coffee & Eatery, Bintaro & Panglima Polim

https://www.zomato.com/id/jakarta/routine-coffee-eatery-dharmawangsa

https://www.zomato.com/id/jakarta/routine-coffee-eatery-pondok-aren-tangerang

Saya sudah ‘rutin’ ke Routine Coffee & Eatery semenjak mereka awal buka di Bintaro. Saya kurang ingat, mungkin 2015 atau 2016. Tempat ini selalu ramai saat weekend. Maklum, dulu nongkrong ngopi di daerah ini pilihannya hanya sedikit. Ujung-ujungnya S******ks Sekbil. Dengan adanya Routine seperti memberi angin segar khususnya ke warga Bintaro.

Untuk lokasinya cukup mudah ditemukan, terutama untuk anak nongkrong Hana Mart (sebelum Hana Mart apa ya namanya saya lupa) pasti sudah familiar dengan tempat ini. Parkiran juga tersedia dengan kapasitas parkir yang lumayan untuk tempat nongkrong ini.

Saya pribadi awal-awal kesini tidak untuk kerja atau nugas. Selalu menemani teman-teman saya di smoking room dan main mobile gaming. Namun saya pribadi menyukai suasana dan makanan serta minumannya. Mushola dan Toilet juga bersih. Wifi juga cepat, padahal satu meja saya saja udah memakai wifi cafe ini untuk main game. Secara umum saya suka tempat ini.

Baru sekitar 2018 saya ke Routine ini dengan niat untuk mengerjakan tugas dan duduk di non-smoking area. Ternyata disini cukup nyaman untuk berlama-lama mengerjakan tugas. Tidak banyak memang meja yang tersedia, namun tidak pernah saya kemari waiting list dahulu. Letak antarmeja agak mepet namun tidak mengganggu jalan. Playlist lagu juga memutarkan lagu-lagu yang tenang. Karyawan disini sangat ramah. Saya suka dikasih bonus cake kecil, mungkin karena sudah familiar juga dengan muka orang-orang yang rutin kesini.

Sungguh sulit untuk saya memberitahu kekurangan tempat ini, karena kalau untuk rasa makanan dan minuman, dengan harga yang dipatok membuat saya merasa masih worth it. Beberapa menu malah sangat enak menurut saya.

Tahun 2020 awal mereka buka cabang di Panglima Polim. Secara desain interior saya lebih suka cabang ini. Lightingnya juga cukup oke. walaupun tampak lebih sempit karena layoutnya. Untungnya tempat ini masih baru, masih sepi, jadi hal ini belum terlalu mengganggu untuk saya. Namun, untuk Mushola lebih nyaman yang di Bintaro sih.

Belum sempat ‘rutin’ ke cabang yang ini, sudah terlanjur ada penutupan tempat umum karena corona. Namu bila ada pilihan WFC bagi pegawai, tentu tempat ini jadi salah satu tempat yang akan saya datangi berulang kali. Lokasi juga strategis di Jakarta Selatan. Parkiran hanya untuk 4 mobil namun bisa numpang parkir di pinggiran rumah warga.

3. Rumah Sagaleh, Wijaya

https://www.zomato.com/id/jakarta/rumah-sagaleh-dharmawangsa

Awal kemunculan kopi susu kekinian, salah satu yang tidak ketinggalan hype adalah Sagaleh. Jujur, salah satu kopi susu kekinian yang saya suka adalah Sagaleh punya. Mengapa? Karena kopinya memakai blend khusus, rasa kopinya kuat cenderung pahit dengan chocolate after taste, tidak terlalu manis dan milkynya dapat. Sesuai selera saya dalam menikmati kopi susu. Lalu saya dengar mereka membuka tempat yang cukup luas (awalnya hanya untuk take away & delivery pick up saja) bernama Rumah Sagaleh. Langsung lah saya coba.

Rumah Sagaleh desainnya sangat homey, dominan warna putih, tidak terlalu besar, hanya sedikit seating, namun cukup nyaman karena jarak antarmeja tidak sempit. Wifi cukup kencang. Saya sendiri mengerjakan tugas disini dari siang sampai menjelang magrib dan merasa sangat nyaman. Wifinya termasuk cepat. Harga makanan dan minuman terjangkau, terutama kopi susunya yang kalau tidak salah harganya 17 atau 18ribu saja. Mushola dan toiletnya bersih dan nyaman.

Kekurangannya? Saya juga bingung mau mengomentari kekurangannya. Saya belum mencoba semua makanan dan snacknya sih.

Berikut adalah 3 tempat yang cocok untuk WFC versi saya. Siapa tahu benar-benar ada kebijakannya nanti. Alasannya mendukung perekonomian.

Cheers,

S

Sponsor FIFA Siapa Saja Sih?

Hi all,

Kembali merasakan kebosanan dalam perkarantinaan. Akhirnya mencoba menulis lagi. Kali ini temanya adalah mengenai Sponsor FIFA. Mengapa? Selain karena saya bekerja di bidang marketing/sponsorship jadi ngertinya cuma itu, faktanya pendapatan FIFA terbanyak selain dari broadcast rights (49% di tahun 2015-2018 = USD 3,127 juta) adalah dari marketing rights/sponsorship (26% di tahun 2015-2018 = USD 1,660 juta). Semoga cukup menarik ya untuk dibahas?

Struktur marketing rights FIFA sendiri terbagi menjadi 4 bagian, Saya sebut sesuai urutan tertinggi sampai terendah sekaligus memberikan penjelasan singkat terhadap masing-masing level :

  1. FIFA Partners merupakan struktur sponsorship FIFA tertinggi yang mencakup seluruh event yang diselenggarakan FIFA dan bersifat jangka panjang. Jadi tidak hanya terpaku pada satu turnamen saja. Nilainya pun sudah pasti paling tinggi. Slot yang dibuka untuk sponsorship tipe ini adalah 8 slot. Pada saat tulisan ini dibuat FIFA Partners slotnya terisi 6; Adidas, Coca-Cola, Wanda Group, Hyundai-KIA Motors, Qatar Airways, dan VISA.
  2. FIFA World Cup Sponsors merupakan struktur sponsorship FIFA kedua tertinggi. World Cup Sponsors disini biasanya yang dijual di paket sponsorship adalah Confederations Cup dan World Cup. Sponsor dalam level ini sangat erat dengan dua turnamen tersebut, namun tidak menutup kemungkinan ada sponsor-sponsor sendiri untuk turnamen FIFA lainnya seperti Women’s World Cup, World Cup U-20 dan lainnya yang masuk ke level sponsorship ini. Slot yang dibuka untuk sponsorship tipe ini adalah 8 slot per turnamennya.
  3. FIFA Regional Supporters merupakan struktur sponsorship yang bisa dibilang masih baru. Pertama kali diperkenalkan di FIFA World Cup 2014 (sebelumnya disebut National Supporters). Struktur sponsorship ini berada di level ketiga. Diperuntukkan lebih kepada brand-brand yang sebenarnya bukan brand mengglobal, namun ingin mempromosikan brand mereka melalui World Cup. Slot yang dibuka untuk sponsorship tipe ini adalah 20 slot. Terbagi untuk 5 area, masing-masing area 4 slot. 5 area tersebut adalah Eropa, Asia, Afrika, Amerika, dan Oceania. Misal brand-brand dari Afrika mau masuk, maksimal hanya 4 brand saja. Walaupun misal slot Asia ga kepake, Afrika tetap ga bisa nambah. Kurang lebih begitu.
  4. FIFA National Supporters merupakan struktur sponsorship terendah. Struktur sponsorship ini tidak selalu dibuka, terlebih karena sudah ada Regional Supporters. Sepengetahuan saya, ini hanya dibuka bagi turnamen Tier 2 dan ke bawahnya FIFA. Dimana untuk menarik Regional Supporters dan World Cup Sponsors tergolong sulit. Bila dibuka, merupakan kesempatan yang sangat baik untuk brand-brand tuan rumah dapat berpartisipasi di event yang mendunia. Untuk membantu keuangan tuan rumah, maka baru dibuka struktur sponsorship yang National Supporters. Slot yang dibuka variatif antara 6-10.

Nah setelah tahu struktur-struktur sponsorshipnya mari kita bahas beberapa FIFA Partners serta aktivasi yang dilakukan.

VISA

https://www.visa.com/

VISA bergabung dengan FIFA sebagai FIFA Partners semenjak 2007. Hal ini terjadi setelah Master Card memutuskan kerja sama dengan FIFA yang sudah terjalin sejak FIFA World Cup 1994. VISA mendapat hak ekslusif sebagai partner kategori produk servis keuangan. Sebagai FIFA Partners, VISA mendapat akses ke lebih dari 40 turnamen FIFA yang termasuk di dalamnya adalah 2018 FIFA World Cup Russia™, 2019 FIFA Women’s World Cup France™ dan 2022 FIFA World Cup Qatar.

Aktivasi yang biasanya dilakukan adalah owning untuk penjualan tiket presale turnamen. Fans yang ingin membeli tiket turnamen FIFA saat fase presale hanyalah yang melakukan pembayaran dengan kartu bertanda VISA. Tak hanya itu, di venue pun transaksi yang bisa digunakan oleh fans selain tunai adalah dengan penggunaan kartu yang bertanda VISA (termasuk tarik uang di ATM).

Qatar Airways

https://www.qatarairways.com/

Qatar Airways bergabung dengan FIFA sebagai FIFA Partners semenjak 2017. Qatar Airways mendapat hak ekslusif sebagai partner kategori produk maskapai penerbangan. Sebelumnya, FIFA Partners dengan kategori produk tersebut adalah Emirates. Kerja sama FIFA dengan Qatar Airways sampai dengan penyelenggaraan 2022 FIFA World Cup Qatar. Tidak jauh berbeda dengan VISA, sebagai FIFA Partners, Qatar Airways mendapat akses ke turnamen-turnamen FIFA lainnya seperti FIFA Club World Cup™, the FIFA Women’s World Cup™, the FIFA Under-20 and Under 17 World Cups™, the FIFA Beach Soccer World Cup™, dan the FIFA Interactive World Cup™.

Aktivasi yang dilakukan Qatar Airways adalah pembuatan TV Commercial yang dibintangi oleh Nicole Scherzinger. Menyanyikan lagu Dancing in The Streets. Selain itu, Qatar Airways juga melakukan kampanye on-ground bertajuk Goal For Difference. Kegiatannya adalah melakukan tendangan penalti virtual. Bila ngegolin minimal 2 dari 3 kesempatan, maka namanya akan diundi untuk mendapatkan hadiah tiket PP ke destinasi manapun yang diinginkan. Kegiatan ini dilaksanakan di 9 titik (Australia, India, Iran, Turki, Maroko, Malaysia, Kuwait, Oman, dan Amerika Serikat).

 

Hyundai ~KIA Motors

https://www.hyundai.com/worldwide/

https://www.kia.com/

Hyundai bergabung dengan FIFA sebagai FIFA Partners semenjak 2002 saat penyelenggaraan FIFA World Cup diadakan di Jepang dan Korea Selatan. Pada 2007, Hyundai ‘menggandeng’ KIA Motors. Hyundai-KIA Motors mendapat hak ekslusif sebagai partner kategori produk otomotif. Sebelumnya, FIFA Partners dengan kategori produk tersebut cukup banyak. Ada Alfa Romeo, Iveco, dan Opel. Kerja sama FIFA dengan Hyundai-KIA Motors sampai dengan penyelenggaraan 2022 FIFA World Cup Qatar. Hyundai-KIA Motors mendapat akses ke turnamen-turnamen FIFA seperti FIFA Women’s World Cup™, the FIFA U-20 and U-17 World Cups baik pria dan wanita, the FIFA Beach Soccer World Cup, the FIFA Interactive World Cup, the FIFA Futsal World Cup, the FIFA Confederations Cup dan pastinya 2018 FIFA World Cup Russia™ dan 2022 FIFA World Cup Qatar.

Aktivasi yang dilakukan Hyundai-KIA Motors adalah menyediakan transportasi darat untuk kebutuhan event. Tidak hanya bis untuk keperluan panitia, wasit, media, dan FIFA, Hyundai-KIA motors juga menyediakan 32 bis untuk masing-masing negara yang sudah dibranding sesuai negaranya masing-masing. Tak ketinggalan, KIA Motors juga menyediakan kendaraan sedan dan SUV untuk keperluan VIP dan operasional.

Tak hanya menyediakan produk untuk operasional turnamen, KIA Motors juga melakukan aktivasi yang bersinggungan dengan fans. Dealer-dealer resmi KIA Motors yang tersebar di 30 negara mengadakan undian bagi pembeli mobil untuk mendapatkan tiket menonton 2018 FIFA World Cup Russia™.

Pada 2010 FIFA World Cup South Africa, Hyundai dinilai melakukan aktivasi yang sangat bagus dan dinilai berhasil. Yaitu saat Hyundai membuat kontes slogan penyemangat untuk negara-negara yang bertanding. Slogan yang menang akan disertakan di bis timnasnya.

Kia gears up for 2018 FIFA World Cup Russia

Wanda Group

http://www.wanda-group.com/

Wanda Group bergabung dengan FIFA sebagai FIFA Partners semenjak 2016. Wanda Group merupakan perusahaan asal Cina pertama yang menjalin kerja sama dengan FIFA sebagai FIFA Partners. Kesempatan yang diambil saat FIFA kehilangan kepercayaan dari banyak sponsor lamanya karena skandal korupsi. Wanda Group mendapat hak ekslusif sebagai partner kategori produk properti. Kerja sama FIFA dengan Wanda Group sampai dengan penyelenggaraan 2030 FIFA World Cup™. Wanda Group mendapat akses ke seluruh turnamen FIFA sampai masa kerja sama berakhir.

Aktivasi yang dilakukan Wanda Group adalah kampanye bertajuk “as close as it gets”. Fans-fans muda yang beruntung akan berkesempatan untuk menonton langsung World Cup. Aktivasi yang tak kalah menarik adalah program “FIFA Flag Bearers”. Pada program ini anak-anak terpilih akan berkesempatan untuk menjadi pembawa bendera di pertandingan-pertandingan World Cup saat marching in. Selain itu ada juga program tambahan seperti “post match bench visit” dan “team training view”. Tentunya kerja sama ini juga dimanfaatkan oleh Wanda Group untuk pengembangan sepak bola di Cina.

Coca-Cola

https://www.coca-cola.com/

Coca-Cola adalah salah satu partner FIFA terlama. Bahkan sebelum ada struktur sponsorship seperti yang sekarang, yaitu sejak 1974, Coca-Cola sudah berafiliasi dengan FIFA. Coca-Cola menjadi sponsor dari FIFA World Cup 1978. Walau begitu, kegiatan beriklan di stadion sudah dilakukan Coca-Cola di turnamen FIFA sejak 1950. Periode kerja sama FIFA dengan Coca-Cola sampai dengan penyelenggaraan 2030 FIFA World Cup™. Coca-Cola mendapat hak ekslusif sebagai partner kategori produk minuman non-alkohol. Coca-Cola mendapat akses ke seluruh turnamen FIFA sampai masa kerja sama berakhir yaitu FIFA World Cup, FIFA Women’s World Cup, FIFA U-20 World Cup, FIFA U-17 World Cup, FIFA Beach Soccer World Cup, FIFA Club World Cup, FIFA Interactive World Cup, FIFA U-20 Women’s World Cup, FIFA U-17 Women’s World Cup, FIFA Futsal World Cup, dan the FIFA Confederations Cup. Kerja sama ini tidak hanya dalam bentuk cash, tapi juga in-kind(support produk). Tak hanya mensponsori turnamen, bila kalian suka mengamati FIFA Ranking timnas, pasti sadar bahwa ranking tersebut dinaming oleh Coca-Cola “FIFA/Coca-Cola World Ranking”.

Walaupun telah lama mensponsori FIFA, namun dapat dikatakan bahwa 2014 FIFA World Cup Brazil adalah turnamen tersibuknya Coca-Cola sepanjang kerja sama yang panjang itu. Berbagai aktivasi dilakukan seperti:

  • “One World, One Game”, video berdurasi 2 menit yang menceritakan 4 tim sepak bola yang tersebar di berbagai belahan bumi. Anggota tiap tim tersebut dibuat kaget dengan diberikan tiket menonton FIFA World Cup dan shoot berakhir di Stadion Maracana.
  • “Where Will Happiness Strike Next”, sebuah dokumenter series mengenai fans sepak bola yang menjadikan sepak bola sebagai solusi dari permasalahan yang ada di sekitar fans tersebut.
  • “The World Is Ours”,  yaitu salah satu musik resmi FIFA World Cup yang dinyanyikan oleh David Correy serta Monobloco – band jalanan di Brazil.
  • The Happiness Flag, photomosaic terbesar yang pernah dibuat. Terdiri dari 220.000 foto digital berisikan pesan dan muka para fans. Photomosaic tersebut dijadikan bendera berukuran 3.600 meter persegi dan dijadikan bendera yang dibawa saat pertandingan pembuka.
  • Membuat official sticker album 2014 FIFA World Cup. Berkolaborasi dengan Panini. Coca-Cola menyediakan album dalam bentuk fisik dan online. Versi online dilihat oleh 3 juta fans sepak bola di seluruh dunia dan terjadi 220 juta pertukaran kartu.
  • Mini Bottles, 20 macam botol mini limited edition. 18 nya ada gambar negara yang pernah hosting World Cup, 2nya gambar khusus gitu. Hanya diproduksi di Brazil. Terjual sekitar 6juta botol.
  • Masih banyak lagi tentunya kegiatan-kegiatan Coca-Cola di 2014 FIFA World Cup seperti sayembara nama maskot, mengumpulkan botol Coca-Cola untuk direcycle, dan lain sebagainya.

 

 

Adidas

https://www.adidas.com/

Adidas bergabung dengan FIFA sebagai FIFA Partners semenjak 1970. Adidas mendapat hak ekslusif sebagai partner kategori produk bola pertandingan. Kerja sama FIFA dengan Adidas sampai dengan…… kayaknya selamanya ga sih? Hahaha. Belum ditemukan kerja sama berakhir di kapan tapi kemungkinan antara 2022 atau 2030. Sebagai FIFA Partners, Adidas mendapat akses ke turnamen-turnamen FIFA lainnya seperti the FIFA World Cup™, the FIFA Confederations Cup Brazil 2013, the FIFA U-20 World Cups (pria dan wanita),  the FIFA Beach Soccer World Cup. Di semua turnamen tersebut Official FIFA, wasit, volunteer, dan seluruh peserta Youth Programme (player escort, ball crew, dan flag bearers) harus menggunakan apparel Adidas, tidak boleh ada brand lain.

Aktivasi yang dilakukan Adidas sebenarnya tidak terlalu banyak yang bersentuhan langsung dengan turnamen. Lebih banyak ke kegiatan CSR terutama dengan membagikan produk mereka ke anggota-anggota FIFA yang menjalankan kursus pengembangan sepak bola.

Pada umumnya ada hak-hak yang sangat mendasar yang didapatkan oleh seluruh brand-brand FIFA Parners di atas, seperti:

  • Hak penggunaan lambang resmi FIFA (logo, maskot, fonttype, dll)
  • Pencantuman logo brand di area beriklan di stadion
  • Pencantuman logo brand di website resmi FIFA
  • Program diinisiasi FIFA yang menunjukan eksistensi sponsor
  • Perlindungan dari ambush marketing
  • Progran Hospitality untuk brand
  • “jalur khusus” untuk beriklan di broadcaster resmi turnamen FIFA

Sekian tulisan ini dibuat alakadarnya, tapi semoga memberi manfaat bagi yang membaca. Semoga ga kepanjangan, ya. Lumayan pegel nulisnya hehe. Feel free untuk diskusi bagi yang ingin. Reach me on twitter @shanazcou 😉

Cheers,

S

Reference:

FIFA Financial Report 2018

https://www.bbc.com/news/business-35844777

https://www.fifa.com/what-we-do/marketing/sponsorship/partners/

https://www.iloveqatar.net/news/sports/qatar-airways-launches-2018-fifa-world-cup-campaign

https://karllusbec.wordpress.com/2010/06/05/be-there-with-hyundai-the-world-cup-bus-slogan/

https://news.hyundaimotorgroup.com/MediaCenter/News/Press-Releases/kmc-World-Cup-180601

https://www.qatarairways.com/en/press-releases/2018/june/qatar-airways-launches-goal-for-difference-activation-in-celebra.html

https://www.reuters.com/article/soccer-fifa-wanda-properties/wanda-group-becomes-fifas-first-chinese-partner-company-idUSZ8N15Y01I

Celoteh Pendapatan Sepak Bola

Hi all,

Lama tidak menulis dan akhirnya kembali memiliki motivasi di kala pandemik penyebaran virus COVID-19. Harus Work From Home. Walau tetap bekerja, tapi harus diakui produktivitas menurun. Mungkin karena ga ada teman diskusi langsungnya kali, ya. Yasudah mulai aja deh ya kita bahas pendapatan dalam Sepak Bola.

Eits, sebelum mulai. Mari samakan persepsi dulu. Kalau ngomong penyelenggara pertandingan gampangnya tuh tuan rumah pertandingan. Bisa klub, bisa federasi, promotor, dll. Intinya yang sekiranya mengeluarkan biaya untuk menyelenggarakan pertandingan. Contoh: Shopee Liga 1 -> Persija Jakarta vs PSS Sleman, maka penyelenggara pertandingannya Persija. Friendly Match -> Indonesia vs Thailand, maka penyelenggara pertandingannya PSSI.

Kalau ngomong pengelola liga atau pemilik turnamen (pemilik pertandingan juga bisa sih) itu yang membuat pertandingan tersebutbisa ada. Nah. Bingung ya? Sama. Bingung jelasinnya. Maaf. Bayangkan ada suatu badan yang memberi subsidi ke penyelenggara pertandingan, nah ini nih yang dimaksud. Contoh: Shopee Liga 1 -> Persija Jakarta vs PSS Sleman, maka pengelola liganya PT LIB. Friendly Match -> Indonesia vs Thailand, maka pengelola friendly matchnya PSSI. AFC U-19 -> Indonesia vs Jepang maka pemilik turnamennya AFC.

Semoga paham, ya. Kalau ga paham nanya aja. Acungkan tangan!

Kalau ngomongin pendapatan di industri Sepak Bola itu terbagi menjadi tiga sumber utama:

  1. Matchday revenue: pendapatan yang didapatkan penyelenggara saat menyelenggarakan pertandingan. Gampangnya sih penjualan tiket, yaa. Walau penyelenggara bisa saja berkreasi dengan menambah misalnya penjualan space booth atau menjual makanan dan minuman yang diproduksi sendiri. Ciri utama adalah pendapatannya didapatkan atas adanya pertandingan dan berkaitan langsung dengan pertandingan tersebut; kalau tidak ada pertandingan/pertandingan tanpa penonton, maka akan berefek langsung.
  2. Broadcast revenue: pendapatan yang didapatkan penyelenggara pertandingan atas disiarkannya pertandingan tersebut oleh broadcaster. Selain berkaitan dengan broadcast, yang masuk dalam broadcast revenue adalah juga pendapatan yang memang dibagikan oleh Liga atau pemilik turnamen ke penyelenggara pertandingan. Ambil contoh Premiere League kali, ya (jangan tanya kenapa ga ambil contoh Liga 1). Cekidot!

    Jadi kalau di Premier League (PL) ada 5 macam broadcast subrevenue, yaitu:

    • Equal Share (UK Broadcast Revenue): ini adalah uang yang dibagikan oleh PL ke seluruh klub dengan jumlah sama rata.
    • Facility Fees (UK Broadcast Revenue): ini adalah uang yang dibagikan oleh PL ke seluruh klub berdasarkan jumlah pertandingan live di UK.
    • Merit Payments (UK Broadcast Revenue): ini adalah uang yang dibagikan oleh PL ke seluruh klub berdasarkan posisi di klasemen.
    • Central Commercial: ini adalah uang yang dibagikan oleh PL ke seluruh klub dengan jumlah sama rata atas commercial partnershipnya PL dengan sponsor.
    • International Broadcast Revenue: ini adalah uang yang dibagikan oleh PL ke seluruh klub dengan jumlah sama rata atas penjualan rights broadcast PL ke luar UK.

    Nah revenue yang didapat oleh klub dari 5 subrevenue di atas itu masuk ke dalam Broadcast Revenue. Sangat bergantung pada pihak pengelola liga. Gimana usaha mereka dan berapa yang mereka berhasil dapatkan. Yang berhubungan dengan usaha klub paling bagaimana membuat TV tertarik ngebroadcast live pertandingan mereka dan posisi klasemen.

  3. Commercial revenue: pendapatan yang diusahakan oleh entitas pelaku sepak bola itu langsung (klub, federasi, dll). Bahasa gampangnya, ini perjajian klub (bahasnya konteks klub aja ya biar mudah) dengan pihak ketiga langsung dalam usahanya meraih pendapatan. Mengikuti kompetisi apa, ada pemain siapa, dan lain faktor pastinya memengaruhi, tapi kasarnya lagi pandemik korona begini, ga ada pertandingan, commercial bisa tetap jalan dan membantu klub tetap dapat pemasukan (walau pasti nilainya lebih kecil).  Contohnya apa saja? Paling sering dan gampang sih sponsorship, merchandise selling, licensing rights. Contoh: Persija Jakarta menjalin kerja sama sponsorship dengan Kratingdaeng, Sulut United bekerja sama untuk sponsorship serta merchandise selling dengan apparel Classiconesia (umumnya apparel dan klub ada sharing revenue untuk setiap penjualan jersey, tapi tiap klub bisa beda-beda. Contoh yang disebut di tulisan ini belum tentu begitu skemanya), P&G Head & Shoulders dengan Barcelona dahulu kala yang bisa ada image pemain di produknya karena pembelian licensing rights. Banyak contoh sih untuk commercial revenue. Terlebih dengan berkembangnya ekosistem digital dalam menikmati sepak bola.

Di beberapa literatur ada yang menambah revenue stream ke-4 yaitu non-operating revenue yang berasal dari transfer pemain. Namun ini masih menimbulkan perdebatan karena transfer pemain kan niatnya bukan untuk mencapai profit, ya. Lebih untuk teknis sepak bola di lapangan. Aku pribadi tidak menganggap si revenue ke-4 ini, karena ga bisa jadi tujuan pendapatan klub. Kalau kebetulan untung ya alhamdulillah, kalau rugi juga yaudah gituu.

Sekian tulisan ini dibuat alakadarnya, tapi semoga memberi manfaat bagi yang membaca. Feel free untuk diskusi bagi yang ingin. Reach me on twitter @shanazcou 😉

Cheers,

S

 

Reference:

https://www.premierleague.com/news/981771

 

Appreciation Post for Supachok Sarachat

Hi all!

Most of my friends surely noticed that I have a deep admiration for one of Thai football player named Supachok Sarachat (nickname Check). So here are some points why I admire him:

  1. Good looking
  2. As an attacking midfielder, he is very clever in creating space (only 21 years old)
  3. If needed, also great at becoming striker (his brother does it better though)
  4. Sometimes he is pretty emotional on the field, but it somewhat gives me an empathy

Entering 2019, through to second semester, and then realizing that the World Cup Qualification draws Indonesia and Thailand on the same group, I didn’t imagine that Supachok will be selected on the Senior Team because he is just 21 years old. But luck is on my side this year. I got the chance to meet him personally, ask for an autograph and a photo. I remember waiting for him at the Fairmont Hotel lobby, I can feel my heartbeat’s veeeery fast as I saw the team entering the Hotel after training. And I saw him, almost speechless. Luckily I am with my friend who’s also wanted to take pictures with Thai player, Aum. I gave Check my Buriram United shirt for him to sign and then we took a picture together.

It’s already 2020 when I wrote this, but it is safe to say that this story describe the best day of my life last year. I couldn’t be more grateful.

A bit sad that after I took a photo with him, he scores twice against Indonesia, but football is football. Just can’t blame anyone.

I can only wish him the best of luck in Buriram United and Changsuek. Really hope that in 2 seasons after the last, he’ll eventually find his way to K-League or JLeague.

He scores 9 league goals last season- 8 right foot, 1 left foot. Hence, become Buriram United highest scorer Thai League 1 2019. Bravooo…

So, that’s all for now. Can’t wait to see him again March 2020 🙂 (hopefully)

 

Cheers, S

 

Confederations in The Football Family

Hi all,

This will be my first post with English. Please bear with me and my grammar.

As someone who loves football not just from what I see on the field but also how it runs, it is interesting for me to learn more about Confederations within FIFA. I also want to share it with you all. Without further ado, let’s start!

con·fed·er·a·tion /kənˌfedəˈrāSH(ə)n/ noun means “an organization which consists of a number of parties or groups united in an alliance or league.” So it unites as one Football Family (FIFA) but divided into groups to run football in each continent.

For starters, in the Football Family, there are six confederations; AFC (Asia), CAF, (Africa), CONCACAF (North America), CONMEBOL (South America), OFC (Oceania), and UEFA (Europe). Each Confederation has its representatives in FIFA Council. There are seven from AFC (one acts as Senior Vice President), seven from CAF, (one acts as Vice President), five from CONCACAF (one acts as Vice President), 4 from CONMEBOL (one acts as Vice President), three from OFC (one acts as Vice President), and eight from UEFA (three act as Vice Presidents).

Now let’s discuss each Confederation one by one

AFC (Asian Football Confederation)

The Asian Football Confederation (AFC) is the governing body of Asian football. Formed in 1954 in Manila on the sidelines of the second Asian Games, the AFC was sanctioned by FIFA in Berne, Switzerland on June 21 of that year. The AFC is headquartered in Kuala Lumpur, Malaysia and consists of 46 Member Associations and one Associate Member Association (The Northern Mariana Islands). Led by the AFC President Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa of Bahrain.

AFC Tagline – One Asia, One Goal 

AFC Competitions

  • Men (International)

AFC Asian Cup

AFC Solidarity Cup

AFC U-23 Championship

AFC U-19 Championship

AFC U-16 Championship

AFC U-14 Championship

  • Men (Club)

AFC Champions League

AFC cup

  • Women

AFC Women’s Asian Cup

AFC U-19 Women’s Championship

AFC U-16 Women’s Championship

AFC U-14 Women’s Championship

  • Futsal & Beach Soccer

AFC Futsal Championship

AFC Futsal Club Championship

AFC Women’s Futsal Championship

AFC U-20 Futsal Championship

AFC Beach Soccer Championship

CAF (Confédération Africaine de Football)

CAF is the governing body of African Football and was founded in 1957. The founding members are Egypt, Sudan, Ethiopia, and South Africa. With a membership of 54 Member Associations and 2 Associate Members (Zanzibar and Reunion), the secretariat is based in Egypt. CAF is the biggest of the six continental confederations of FIFA.

Meanwhile, the 1954 FIFA Congress in Berne, Switzerland has already voted to recognize Africa as a confederation. This gave the continent the right to appoint its first representative to the FIFA Executive Committee and the member was Engineer Abdelaziz Abdallah Salem of Egypt. CAF’s constitutional act was signed in Khartoum, Sudan on 8 June 1957 and Abdallah Salem was named the Confederation’s first president.

CAF Competitions

  • Men (International)

CAF Africa Cup of Nations

CAF African Nations Championship

CAF Africa U-23 Cup of Nations

CAF Africa U-20 Cup of Nations

CAF Africa U-17 Cup of Nations

  • Men (Club)

CAF Champions League

CAF Confederation Cup

CAF Super Cup

  • Women

CAF Africa Women Cup of Nations

CAF Africa U-20 Cup of Nations for Women

CAF Africa U-17 Cup of Nations for Women

  • Futsal & Beach Soccer

CAF Africa Futsal Cup of Nations

CAF Africa Beach Soccer Cup of Nations

CONCACAF (Confederation of North, Central America and Caribbean Association Football)

CONCACAF is one of FIFA’s six continental confederations, servicing 41 Member Associations, from Canada in the north to Guyana, Suriname and French Guiana in the south. Concacaf means football first. Through offices located in Miami (USA), Guatemala City (Guatemala), and Kingston (Jamaica).

CONCACAF Vision – For the Love of Our Game

CONCACAF Competitions

  • Men (International)

CONCACAF Nations League

CONCACAF Gold Cup

CONCACAF Boy’s U-15 Championship

  • Men (Club)

CONCACAF Champions League

CONCACAF League

CONCACAF Caribbean Club Shield

CONCACAF Caribbean Club Championship

CONCACAF U-13 Champions League

  • Women

CONCACAF Women’s Championship

CONCACAF Women’s U-20 Championship

CONCACAF Women’s U-17 Championship

  • Futsal & Beach Soccer

CONCACAF Futsal Championship

CONCACAF Beach Soccer Championship

CONMEBOL (Confederación Sudamericana de Fútbol)

CONMEBOL is made up of ten national associations. CONMEBOL was founded on 9 July 1916 under the initiative of Uruguayan Héctor Rivadavia Gómez, but approved by the football associations of Argentina, Brazil, Chile, and Uruguay. The first Constitutional Congress on 15 December of that same year, which took place in Montevideo, ratified the decision.

Over the years, the other football associations in South America joined, with the last being Venezuela in 1952. Guyana, Suriname, and the French overseas department of French Guiana, while geographically in South America, are not part of CONMEBOL.

The associations of Argentina, Chile, Uruguay and Brazil, the first four of the continent, are founding members of CONMEBOL. The Argentine Football Association, founded in 1893, is the eighth entity of its kind in the world and the oldest in America.

CONMEBOL slogan –  ‘Cree en Grande’ (‘Think in Great’)

CONMEBOL Competitions

  • Men (International)

CONMEBOL Copa America

CONMEBOL Copa America sub-20

CONMEBOL Copa America sub-17

CONMEBOL Copa America sub-15

  • Men (Club)

CONMEBOL Libertadores

CONMEBOL Sudamericana

CONMEBOL Recopa

CONMEBOL Libertadores sub-20

  • Women

CONMEBOL Copa America Femenina

CONMEBOL Copa America Femenina Sub-20

CONMEBOL Copa America Femenina Sub-17

  • Futsal & Beach Soccer

CONMEBOL Libertadores Futsal

CONMEBOL Libertadores Beach Soccer

CONMEBOL Copa America de Futsal

CONMEBOL Campeonato Sudamericano de Futsal Sub-20

CONMEBOL Campeonato Sudamericano Femenino de Futsal

OFC (Oceania Football Confederation)

The Oceania Football Confederation is the smallest of the world’s six Confederations, and responsible for the development and organization of football across the South Pacific.  OFC is currently made up of 11 Member Associations and three Associate Members.

The Oceania Football Confederation was first mooted in 1964 when three gentlemen discussed and put in motion the formation of what would go on to become OFC. Those men were Sir Stanley Rous, then president of FIFA, Jim Bayutti of the Australian Soccer Federation, and Sid Guppy, chairman of the New Zealand Football Association. The idea was raised following a decision by the Asian Football Confederation, which had been formed 10 years earlier, not to accept the membership requests of either Australia or New Zealand.

OFC Competitions

  • Men (International)

OFC Nations Cup

OFC Nacional League

OFC U-23 Championship

OFC U-20 Championship

OFC Youth Development Tournament

OFC U-17 Championship

  • Men (Club)

OFC Champions League

  • Women

OFC Women’s Nations Cup

OFC U-20 Women’s Nations Cup

OFC U-17 Women’s Nations Cup

  • Futsal & Beach Soccer

OFC Futsal Champions League

OFC Futsal Nations Cup

OFC Youth Futsal Tournament

OFC Beach Soccer Nations Cup

OFC Youth Futsal Tournament (Women)

UEFA ( Union des Associations Européennes de Football)

UEFA was founded in Basel, Switzerland, on 15 June 1954, bringing to fruition the pioneering vision of a handful of key football administrators of the time. The guiding principle of the initiators in the early 1950s was the fostering and development of unity and solidarity among the European football community. Consist of  55 member associations.

UEFA’s headquarters is located in the town of Nyon, on the shores of Lake Geneva in western Switzerland. The body has resided in Nyon since 1995 after beginning its life in Paris, before moving to the Swiss federal capital Berne, where UEFA stayed for over three decades from 1960.

  • Men (International)

UEFA Euro

UEFA Nations League

UEFA U-21 Championship

UEFA U-19 Championship

UEFA U-17 Championship

UEFA Region’s Cup

  • Men (Club)

UEFA Champions League

UEFA Europa League

UEFA Super Cup

UEFA Youth League

  • Women

UEFA Women’s Euro

UEFA Women’s Champions League

UEFA Women’s U-19 Championship

UEFA Women’s U-17 Championship

  • Futsal & Beach Soccer

UEFA Futsal Euro

UEFA Futsal Champions League

UEFA Women’s Futsal Euro

UEFA U-19 Futsal Euro

So that’s all for today’s writing about all six Confederations in the Football Family. History, members, and slight mentioning of the competitions they’re running. It is very light reading, but hopefully quite useful for the basic understanding of football worldwide.

Reference:

https://www.the-afc.com/about-afc/

http://www.cafonline.com/en-us/caf/background.aspx

https://www.concacaf.com/en/concacaf

http://www.conmebol.com/es/laconmebol/el-congreso

About OFC

https://www.uefa.com/insideuefa/about-uefa/

Membedah Metodologi KPMG Football Benchmark : Operasional dan Keuangan Klub

Hi all,

Topik ini disimpen terakhir nih. Menurutku paling ribet, tapi juga paling menarik sih hehe. Setidaknya untuk saya pribadi, laporan Football Benchmark mengenai keuangan klub tuh yang paling sering ku baca hehe.

Semua data yang diambil KPMG Football Benchmark untuk membuat laporan Operasional dan Keuangan Klub, diambil dari sumber-sumber yang memang terbuka untuk dan bisa diakses oleh umum. Contoh:  Companies House (England); Registro delle Imprese (Italy); Registre du Commerce et des Sociétés (France); Registro Mercantil (Spain); Unternehmens Register (Germany), dan lain sebagainya. Bisa juga mendapat dari website official klub-klub tersebut. Aku baru tahu pas baca webnya KPMG ini sih kalau Financial Statement / Annual Report klub tuh bisa diunduh di website mereka. Aku akhirnya coba download punyanya Real Madrid dan Manchester United sebagai yang musim ini salib-saliban dalam mendapat gelar Most Valuable Club hehehee.

Diasumsikan semua klub sepak bola profesional memiliki kerangka masing-masing sesuai dengan regulasi negaranya dalam membuat Financial Statement yang seharusnya sesuai dengan International Financial Reporting Standards (IFRS). Nah kayak apa sih IFRS? Kalau yang mau tahu lebih detail, ku kasih linknya di bawah, ya. Intinya sih IFRS itu non-profit organization yang bergerak dalam standardisasi laporan akuntansi hehe. Kalau standar pembuatan laporan keuangannya sama, ketika dibandingkan harusnya menjadi rasional tanpa catatan khusus.

Catatan bahwa dalam membuat analisis Operasional dan Keuangan Klub, KPMG menyadari kalau beberapa klub itu tidak hanya berbisnis di bidang Sepak Bola (contoh: Barca punya basket dan futsal). Nah laporan di luar Sepak Bola akan di singkirkan oleh KPMG terlebih dahulu.

Nampak mudah memang kalau dilihat dari kulit luarnya saja. Tinggal kumpulin laporan keuangan tiap klub dan urutin dari balance sheetnya toh? Eits, tidak semudah itu Ferguso. Ada beberapa tantangan dalam membahas Operasional dan Keuangan Klub. Berikut adalah beberapa variabel kendala yang dihadapi Tim KPMG untuk menganalisis Operasional dan Keuangan Klub dan cara penyesuaiannya:

  1. Financial Year Ends

Ini merupakan laporan keuangan yang dibuat klub setiap akhir musim kompetisi. Namun, penetapan awal dan akhir musim tiap negara berbeda-beda. Belum dilakukan metode khusus untuk menyamakan nilai laporan klub yang ditutup buku di akhir musim yang berbeda-beda. Jadi masih membandingkan dengan apa adanya. Yang tutup buku di Juni, November, atau bulan lainnya disamakan, pakai angka tutup bukunya.

2. Exchange rates

Nahloh, ga semua klub dalam liga yang dianalisis KPMG itu memakai mata uang Euro lho. Jadi mata uang yang dipakai berbeda-beda. Langkah yang dilakukan KPMG untuk menyamakan mata uangnya adalah sebagai berikut:

  • Untuk hitung profit/defisit, menggunakan nilai tukar rata-rata selama 12 bulan menuju tanggal 30 Juni (jadi dari Juli tahun lalunya)
  • Untuk saldo akhir, menggunakan nilai tukar pada tanggal 30 Juni saja

3. Roundings

Pembulatan hitungan menjadi Ribuan dapat menyebabkan perubahan saat menginput data (misal 6,139,500 Euro dan 6,139,980 Euro sama-sama dibulatkan jadi 6,140 Euro). Hitungan aslinya akan berubah dengan pembulatan dan bisa jadi salah persepsi-walaupun agak jarang sih bisa nemu angka peruangan antar klub sedekat ini.

4. Revenue

Membahas revenue, beberapa klub memasukkan elemen jual-beli pemain dalam revenue. Nah khusus untuk analisis ini, jual-beli pemain ga termasuk. Ada bagiannya sendiri deh. Karena pendapatan dari jual-beli pemain tuh kurang menggambarkan usaha sebuah klub untuk dapat pendapatan. Jual-beli pemain kan lebih ke untuk sporting technic ya. Tidak terlalu berat ke manajemen bisnisnya. Jadi pendapatan yang dihitung hanya dari 3 elemen saja; pendapatan hari pertandingan, penyiaran, dan komersial.

  • Pendapatan hari pertandingan: pendapatan yang timbul atas diadakannya pertandingan kandang. Contoh paling mudahnya? Tiket! Contoh lainnya tentu tiap stadion beda-beda, tapi F&B juga bisa masuk disini.
  • Pendapatan penyiaran:  nah kalau klub berpartisipasi di liga, piala domestik, atau kompetisi regional, biasanya dapat pendapatan atas penyiaran kompetisi/turnamen tersebut.
  • Pendapatankomersial: pendapatan yang timbul atas adanya kegiatan komersial yang dilakukan sepanjang klub itu ada ga bergantung partisipasi di kompetisi atau lagi ada atau tidak adanya pertandingan; seperti sponsorship dan merchandising.

Nah tiap laporan keuangan klub kadang beda-beda nih mengkategorikan pendapatannya. Jadi KPMG akan sejauh mungkin mencoba untuk membuat perbandingan antarklub tetap setara atau sama standar penghitungannya. Kendala adalah kalau ada yang tidak menjabarkan sedetail-detailnya apa klasifikasi pemasukannya dan setiap pemasukan itu meliputi apa saja.

5. Staff costs

Biaya atas adanya SDM di dalam klub biasanya tidak dijabarkan begitu detail. Banter-banter nih hanya dipisahkan antara biaya pemain, staff teknis, staff medis, managerial, dan administratif.

6. Operating profit(/loss)

Ini adalah hitungan selisih total pendapatan atas operasional dan total biaya atas operasional. Jadi ga masuk nih amortisasi pemain, kerugian/keuntungan ngelepas pemain, modal hilang/didapatkan dari pelepasan aset finansial klub. Pokoknya tok tok pure dari kegiatan operasional klub saja. Ya yang sehari-hari deh gituu..

7. Player trading balance

Nah kenapa sih daritadi kalau ngomongin pendapatan dan biaya, yang melibatkan pemain dikeluarin. Karena cara menghitungnya agak beda memang. Pemain itu ‘aset spesial’. Yaaa yang ditonton mereka bukan? Dan ga hanya sekedar liat untung rugi dari pembelian atau pelepasan pemain. Lagi-lagi ku tekankan, jual-beli pemain kan lebih ke area teknikal olahraganya gitu. Yang masuk dalam jual-beli pemain adalah jumlah dari hasil kegiatan akuisisi dan disposisi pendaftaran pemain, terdiri dari:

(+/-) Jual-beli pemain
(+/-) Keuntungan / kerugian dari pelepasan registrasi pemain
(-) Amortisasi pendaftaran pemain
(-) Gangguan pendaftaran pemain

Jual-beli pemain

Ini termasuk pendapatan dan biaya yang terkait tidak hanya dengan pemain yang baru didaftarkan atau dilepaskan, tapi juga yang dipinjamkan sementara.

Keuntungan / kerugian dari pelepasan registrasi pemain

Ini menggambarkan selisih (+/-) antara pendapatan yang didapat atas penjualan pemain dengan nilai bersih dari pemain baru didaftarkan yang dicatat sebagai aset tidak berwujud.

Amortisasi pendaftaran pemain

Sebelum bahas panjang lebar (ga bakal panjang juga sih) mengenai amortisasi pendaftaran pemain, mau jelasin dikit arti amortisasi. Amortisasi adalah penurunan nilai penyusutan dari sebuah aset yang mempunyai umur ekonomis yang lama. Biaya yang dikapitalisasi terkait dengan perolehan pendaftaran pemain diamortisasi selama periode kontrak yang disepakati dengan pemain. Pusing? Sama. Tapi gampangnya adalah biaya dari perekrutan pemain baru nilainya akan terus menyusut seiring mendekati dengan kontraknya berakhir. Makanya kalau pemain sudah habis masa kontrak dan ga perpanjang, istilahnya free transfer/free agent.

Gangguan pendaftaran pemain

Hilangnya nilai dari pemain terdaftar. Bisa diakibatkan cedera panjang atau dikeluarkan secara permanen dari tim utama. Gangguan ini dalam akuntasi dianggap sebagai pengeluaran.

8. Player’s registration

Biaya yang terkait dengan perolehan pendaftaran pemain dihitung sebagai Intangible Fixed Asset atau Aset Tetap Tidak Berwujud pada tanggalpemain tersebut didaftarkan, dan diamortisasi selama periode kontrak masing-masing pemain, termasuk perpanjangannya.

9. Enterprise Value

Nilai Perusahaan suatu klub dihitung sebagai jumlah dari nilai pasar ekuitas pemilik, ditambah total utang, dikurang uang tunai dan setara uang tunai. Ini menunjukkan nilai bisnis terlepas dari struktur modal yang digunakan untuk membiayai operasinya. Disclaimer: ini pure nerjemahin. Ga terlalu paham intinya ada variabel yang dianalisis KPMG yaitu Enterprise Value yang cara menghitungnya itu menghitung modal dari badan/ownership yang menaungi klubnya beserta utang yang ditanggung untuk menjalankan klubnya.

10. Rev PEPAS

Kepanjangannya adalah The Revenue Per Event Per Available Seat adalah sebuah rasio matchday revenue dibandingkan dengan kapasitas tempat duduknya. Dengan metode ini tidak hanya menghitung berapa pendapatan yang didapat tiap pertandingan, tapi apakah utilisasinya sudah maksimal.  Klub dengan stadion berkapasitas 15ribu penonton, dihadiri 14ribu penonton, rasionya lebih besar dari klub dengan stadion berkapasitas 70ribu tapi dihadiri 35ribu penonton, betul? Hal ini dihitung juga karena tentu kalau hanya lihat pendapatan pertandingan dari tiket, misal klub A pendapatannya lebih sedikit dari klub B, belum tentu karena performa tim A atau promosi matchdaynya yang kurang, tapi memang kapasitasnya sedikit dan sudah penuh.

Sama seperti saat aku menulis metodologi KPMG part awal, KPMG tidak membuat pernyataan atau memberikan jaminan mengenai keakuratan atau kelengkapan informasi yang terkandung dalam portal ini. Jadi, kepada calon investor agar tetap melakukan penyelidikan dan analisis sendiri kalau mau bergerak dan mengambil keputusan investasi. KPMG membuat ini benar-benar hanya sebagai insight berdasarkan metodologi yang mereka kembangkan dan rasa tepat untuk mendeskripsikan industri sepak bola ini.

Hore! Selesai! Ketiga Analisis sudah dibahas. Ada yang mau menganalisis untuk Klub-klub Liga 1? :p

Referensi:

Definisi Amortisasi Adalah

https://www.footballbenchmark.com/methodology

https://www.ifrs.org/issued-standards/list-of-standards/

https://www.panditfootball.com/klasik/208911/ABL/170608/istilah-istilah-transfer-dalam-sepakbola

Appreciation post to myself: bentar lagi lulus yooow

Hi all,

Seingatku, ku sudah janji bahas metodologi KPMG di bagian Club Financial & Operation. Tapi maaf udah ada di draft cuma belum mood nulis hehe. Jadi skip dulu. Kenap ga mood? Karena lagi on fire banget (memaksakan diri on fire lebih tepatnya) untuk menyelesaikan tesis.

Singkat cerita, aku S2 ambil kelas karyawan dengan paketan 2,5 tahun / 5 semester. Menargetkan diri lulus di semester ke-6. Namun memasuki semester 6, aku baru kelar di Inasgoc dan langsung lanjut PSSI, bahkan sempet ngejalanin keduanya beberapa bulan, sehingga ga kesentuh banget tesis. Sekitar 3 bulan ada kali ga disentuh. Judul tesisku adalah Value Capture Stadion BMW, namun karena maju mundur proyek ini agak dramatis (banyak sekali intervensi politiknya) maka akhirnya berubah jadi Analisis Kelayakan Ekonomi Stadion BMW. Apa bedanya? Kalau Value Capture, aku bahas Analisis Kelayakan Ekonominya dahulu baru lanjut mencari tahu kenaikan pajak tanah sekitarnya dan juga nilai-nilai di luar finansial apalagi yang bisa naik (co: ruang publik baru berpengaruh terhadap kondisi sosial, hidup lebih sehat, penambahan moda transportasi terintegrasi, dsb). Tapi karena terlalu ribet dan jadi ga jadinya ini proyek sampai sekarang masih banyak yang meragukan, akhirnya ubah judul baru. Ga terlalu merubah isi sih. Karena toh kalau pakai judul lama, analisis kelayakannya tetap dibahas. Cuma bukan jadi bahasan utama saja.

Pas masuk PSSI sebagai volunteer dan masih struggling dengan laporan-laporan di Inasgoc, itu baru banget kelar Bab II. Pas sudah fix di PSSI doang dan udah resmi bubar di Inasgoc, akhirnya memaksakan diri untuk nerusin tesisnya. Kebetulan karena aku ngebahas (soon to be) Stadion BMW, dan kerja di PSSI sering bersinggungan dengan Persija, alhamdulillah ada tambahan informan untuk memperkaya tesisku. Dapat tambahan bahan juga dari Jakpro karena PSSI sempet diundang ke acara hearing Stadion BMW (walaupun yang datang bukan aku, aku dapat bahannya aja). Ini lumayan banget bahan yang dishare karena ada grand design stadionnya. Tadinya ga punya data semendalam itu.

Nah alhamdulillah Agustus 2019 kunyatakan Bab V ku sudah rampuuung horeee. Sudah oke juga oleh dosbing secara verbal. Tinggal janjian ketemu di kampus untuk tandan tangan approval dan daftar seminar. Terbayang sih akan nangis kalau sudah dapat jadwal seminar. Gimana ga? Tesis udah kayak S1 hampir 4 tahun! Belum lagi semester bayar sendiri (RIP tabungan).

Tadinya ga mau buat tulisan ini. Orang belum lulus kok? Emang udah pasti lulus? Ga kan? Tapi ga bohong, sampai pada tinggal acc tesis aja itu udah syukur Alhamdulillah banget. Sesenang itu. Setelah semua drama dengan orang tua atas kekhawatiran mereka yang takut aku DO (yang sesungguhnya berkontribusi pada suatu masa yang ngerasa stress banget). Ditambah kerjaan yang tiada habisnya, tapi selalu ku coba jalankan dengan fokus karena aku suka kerjaannya. Makanya judulnya appreciation post karena aku sangat mengapresiasi diriku sendiri yang akhirnya bisa sampai di tahap ini. Pemikian ekstrimnya, lulus ga lulus udah urusan belakangan, yang penting udah bisa selesai ini karya ilmiah sebagai pertanggung jawaban 5 semester masuk kelas.

Agak sedih karena temen-temen seangkatan yang lain mayoritas udah pada kelar. Jadi bakal seminar sama angkatan-angkatan bawah. Tapi ga masalah juga sih. Paling downsidenya cuma ga ada yang motoin pas seminar dan sidang hahaha.

Sekian tulisan ini kubuat dari ku, untuk ku, oleh ku hahaha.

Belum tahu kelanjutan dari fase lulus ini mau ngapain lagi. Mungkin S2 lagi? Mungkin mau ngumpulin uang buat beli apartemen/rumah? Mungkin mau bikin usaha? Idk. Let the future brings me to where I might be.

Cheers 😉